Salah satunya yaitu maraknya gepeng (anak jalanan) di Kota Kendari dan sekitarnya. Ia menyebut hal tersebut tak lepas dari garis kemiskinan yang ada di Kota Kendari. Saat masih menjadi mahasiswa, ia banyak berpartisipasi dalam kegiatan aspirasi dan aktif menyuarakan keluhan masyarakat.

Ia menilai selama menjadi aktivis tak sedikit aspirasi yang ia suarakan tak berpengaruh signifikan, pria kelahiran Kabaena, Kabupaten Bombana sekaligus Ketua DPD KNPI Sulawesi Tenggara itu menyebut, terjun langsung di dunia politik dan maju sebagai bacaleg DPRD Sulawesi Tenggara bisa menyuarakan kegelisahan masyarakat.

"Ketika menjadi masyarakat dan seorang aktivis, kita hanya bisa bersuara saja, dan persentasenya tidak begitu besar. Berbeda ketika kita sendiri yang memiliki kewenangan sebagai anggota DPRD, tentu bisa memiliki kewenangan dan kendali atas program yang sedang dijalankan pemerintah," ujarnya belum lama ini.

Pria kelahiran, 12 Juni 1984 saat dilamar oleh Partai Demokrat Sulawesi Tenggara sebagai Kepala Badan Komunikasi dan Strategi Partai (Bakomstra) ini bahkan langsung menyatakan siap maju membawa misi harapan baru dan perubahan. Ia menyebut, memiliki kesamaan visi dan misi sehingga memilih parpol besutan SBY tersebut.

Baca Juga: KPU Jawa Timur Beber Cara Kelola Anggaran Tahapan Pemilu 2024