Ia juga menambahkan, problem lainnya dengan banyaknya janji politik tidak terealisasi karena ada keterputusan relasi antara wakil rakyat dengan pemilih, akibatnya caleg yang duduk di pemerintahan dalam hal ini legislatif kurang mendapat kepercayaan dari masyarakat.

"Di situlah sebenarnya dituntut kecerdasan pemilih, harus mencari orang yang cukup kapabel dan memang dianggap mampu memperjuangkan aspirasi dan keinginan dari masyarakat, sehingga betul-betul melaksanakan tugas dan fungsinya," tambahnya.

Tak hanya itu, partai politik harus memainkan fungsi internalnya dengan melakukan sosialisasi dan edukasi politik, partai politik memiliki derajat kesisteman yang cukup baik sehingga mampu merekrut calon yang duduk di lembaga legislatif

Guru besar FISIP UHO ini menilai, pemilih masih terpengaruh dengan popularitas dan elektabilitas figur, tanpa melihat kualitas dan kapasitas sehingga derajat popularitas jauh melebihi kemampuan yang dimiliki oleh caleg.

Tak hanya itu, di kalangan pemilih tidak melihat program yang dilaksanakan oleh caleg, tetapi masih bersifat pendekatan pragmatis dengan iming-iming politik uang. Namun juga, yang membuat pemilih bersimpati karena adanya kedekatan sosiologis dan psikologis.