Sehingga harapannya ke depan caleg harus melakukan segmentasi, pemilih kelas menengah atau perkotaan harus mendorong program yang rasional, sedangkan dalam tahapan pemilih perdesaan caleg harus memiliki komunikasi politik yang baik.

Sementara pengamat politik Sulawesi Tenggara, Najib Husein menilai, memang ada kecenderungan setiap 5 tahun suara petahana anggota legislatif yang maju kembali mengalami penurunan, adapun terpilih kembali suaranya biasa turun. Hal demikian didasari karena pemilih berharap ada calon baru yang tampil dengan warna baru dan tidak hanya sekedar janji tetapi mampu membuktikan ketika sudah terpilih.

Intinya penting kepada caleg untuk tidak terlalu bombastis menjual ide dan program yang sebenarnya tidak bisa dilaksanakan ketika terpilih nanti. Harusnya kampanye yang dilakukan adalah kampanye politik yang bisa terukur dan mampu dijalankan.

"Kita tidak menginginkan pemilih semakin tidak percaya kepada caleg, khususnya yang berposisi sebagai petahana, kita berharap para caleg tidak hanya pintar membuat janji dan meyakinkan masyarakat, tetapi ketika ia terpilih bisa merealisasikan janji dan programnya," ujarnya

Ia menambahkan, menjadi ketat ke depan dengan munculnya caleg baru, biasanya mereka lebih dominan membawa warna baru atau perubahan. Tentunya pemilih lebih bisa menerima pesan kampanye dari orang yang kaya akan ide dan gagasan baru.