Ketika ditanya, bagaimana dengan proses perencanaannya yang terkesan tidak mempertimbangkan soal lahan? pria yang akrab disapa Obet ini mengaku bila selalunya permasalahan itu datang saat pelaksanaan.

"Dalam perencanaan tidak ada masalah. Tapi ya begitu mi di Busel, saat akan pekerjaan dimulai, selalu ada saja yang komplain tentang lahan. Begitu yg selalu saya dapatkan, tapi tahun ini sangat ekstrim untuk lakukan mediasi," bebernya.

"Kalau yang di Lawela itu ada berapa oknum desa yang komplain," tambahnya.

Baca Juga: Kesalnya Ketua RT Lokasi Tewasnya Brigadir J: Saya Ini Jenderal Kenapa Polisi Tak Beri Laporan

Celakanya, proyek Water Front yang dipecah menjadi sembilan paket ini tak semua dikerjakan di darat. Sebagian di tempatkan di laut. Misalnya di Kelurahan Lakambau, Kecamatan Batauga. Di situ, tak ada hak masyarakat untuk mengkomplain."Kalau di laut itu yang komplain para petani rumput laut," tambahnya.