Dini juga mengungkapkan, sampah-sampah yang hanyut di laut dapat membahayakan biota yang ada, sehingga ia dan para Army mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ekosistem laut untuk memberikan kehidupan yang lebih baik.

Alat Trash Boom tersebut adalah hasil donasi yang telah dikumpulkan dari Army seluruh Indonesia selama satu bulan, alat tersebut dikerjakan dalam jangka waktu satu minggu.

Nismawati, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, mengapresiasi langkah Army dalam membantu mengatasi isu lingkungan di Teluk Kota Kendari.

“Saya sangat mengapresiasi Army yang begitu peduli dengan lingkungan. Trash boom ini bukan nilai yang sedikit ya, sampai kami dari Pemkot Kendari sendiri belum sempat untuk menganggarkan karena kita masih fokus dengan sampah-sampah yang ada di darat,” ucap Nismawati.

Menurut Nismawati, Teluk Kendari sudah dikategorikan tercemar berat oleh para peneliti dan 13 muara atau kali yang terhubung dengan teluk tersebut, dikhawatirkan dapat menjadi gerbang pencemaran yang lebih parah lagi di laut.