KENDARI, TELISIK.ID - Stunting masih menjadi masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia. Salah satu faktor anak mengalami stunting ini adalah kekurangan gizi. Untuk memenuhi gizi ini, banyak cara yang dilakukan, termasuk mencanangkan program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).
Bapak Asuh ini telah menjadi salah satu program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Tenggara dalam upaya mencegah stunting.
Menurut Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar, program "Bapak Asuh Anak Stunting" telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam membantu anak-anak yang terdeteksi mengalami stunting untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
Asmar menegaskan, kekurangan gizi seringkali menjadi faktor utama terjadinya stunting pada anak, baik selama masa kehamilan maupun setelah kelahiran. Dengan implementasi program ini, BKKBN Sulawesi Tenggara berupaya aktif untuk menanggulangi masalah tersebut dengan memberikan dukungan menyeluruh kepada anak-anak yang berisiko stunting.
Baca Juga: Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara Akui Upaya Penurunan Stunting Perlu Komitmen Pemimpin Daerah
