“Program TOT ini sangat membantu dalam mempersiapkan tenaga kesehatan yang responsif terhadap penyakit infeksi baru. Dukungan anggaran dari pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan RI, akan memastikan kesiapan dan kualitas tenaga pengajar yang akan melatih rekan-rekan mereka,” ujarnya.
Baca Juga: Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Nataru 2025, Ini Empat Titik Rawan di Sultra
Mutalib berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas tenaga kesehatan dan memastikan mereka siap menghadapi penyakit infeksi emerging di masa depan.
Para tenaga pengajar yang terlatih diharapkan dapat memberikan materi berkualitas dan mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam praktik sehari-hari di lingkungan kerja masing-masing.
Pelatihan ini merupakan langkah awal dari berbagai pelatihan yang direncanakan untuk tahun 2025. Di masa mendatang, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh Sulawesi Tenggara. (C-Adv)
