“Salah satu penyebabnya adalah kurangnya dukungan dari tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan dalam menerapkan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui. Karena itu, pelatihan ini menjadi sangat penting,” tambah Asridah.
Asridah berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara aktif dan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi di lapangan.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menjadi konselor yang efektif dalam mendukung ibu-ibu menyusui di wilayah kerja masing-masing,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bapelkes Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Mutalib, S.Kep., M.Kes, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Bapelkes dalam memperkuat sumber daya manusia kesehatan di daerah.
Ia meminta tenaga kesehatan harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, terutama ibu-ibu muda, tentang pentingnya ASI eksklusif.
