Bapelkes Sultra terus berupaya menjadi pusat pengembangan SDM kesehatan yang adaptif dan responsif terhadap isu-isu prioritas nasional, termasuk pencegahan stunting.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan tenaga kesehatan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memberikan konseling yang empatik dan efektif di lapangan,” ungkap Mutalib.
Ia menambahkan, kegiatan pelatihan seperti ini juga menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menurunkan prevalensi stunting, yang masih menjadi tantangan besar di Sulawesi Tenggara.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini akan dilaksanakan secara klasikal dengan melibatkan para widyaiswara Bapelkes Sultra serta fasilitator berpengalaman di bidang gizi dan kesehatan ibu-anak.
