Dengan pengoptimalan proyek hilirisasi nikel tersebut, program-program pembangunan dari Bappeda Sulawesi Tenggara diharapkan dapat terlaksana sebagai mana yang disampaikan oleh Sekretaris Bappeda, Wa Ode Muslihatun.

"Bappeda itu, tugasnya adalah koordinator pembangunan untuk melakukan pembangunan. Jadi tugas itu wajib dilaksanakan," tuturnya pada Telisik.

Diketahui saat ini ada dua proyek hilirisasi nikel yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional di Sulawesi Tenggara yakni berada di kawasan industri terpadu PT Nusantara Industri Sejati (NIS) di Motui, Konawe Utara, dan PT Kendari Kawasan Industri Terpadu (KKIT) di Kendari.

Baca Juga: Bappeda Sulawesi Tenggara Target Zero Kemiskinan di 2024

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Sulawesi Tenggara, Parinringi. Menurutnya, kedua proyek hilirisasi nikel tersebut telah digagas sejak 2022. Kawasan industri di Motui, Konawe Utara, bahkan telah diresmikan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin. Menurut rencana, kedua proyek ini akan menyumbang investasi hingga puluhan triliun rupiah.