Produsen dan eksportir utama komoditas batubara (HS 27) di wilayah kasulampua adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Ekspor Batubara mencapai nilai tertinggi pada tahun 2022, meskipun sempat ada larangan ekspor batubara pada Januari.
Industri logam dasar yang menghasilkan komoditas ekspor besi dan baja (HS 72) tersebar di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Produksi Nikel (HS 75) di Sulawesi Tengah meningkat dengan pesat pada 2022 yang didukung penyelesaian pembangunan smelter.
Pertambangan bijih logam (HS 26) di Papua juga mengalami peningkatan pada 2022. Harga bijih logam terdapat mencapai nilai tertinggi pada 2021. Selain komoditas pertambangan, Kalimantan juga merupakan eksportir CPO (HS 15).
Baca Juga: Harta Miliaran Plh Sekda Kendari Susanti, Pengganti Ridwansyah Taridala Tersangka Dugaan Kasus Suap
Sumber daya alam yang terkandung di wilayah Kamsulampua mampu mendorong pertumbuhan ekonomi cukup signifikan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak otomatis membawa dampak kemiskinan yang rendah.
