Menurutnya, penurunan angka stunting ini didapatkan selama setahun yakni 2021-2022. Di mana kata dia, jumlah stunting di tahun 2021 berada di angka 30,2 persen. Namun pada tahun 2022, persentasi prevalensi stunting Sulawesi Tenggara ada di posisi 27,7 persen.

“Jadi angka stunting kita di Sulawesi Tenggara ada penurunan 2,4 persen,” katanya belum lama ini.

Lebih lanjut, kata Asmar, pencapaian itu menjadi hasil kinerja dari semua pihak. Karena program percepatan penurunan stunting ini melibatkan lintas sektor, mulai dari kementerian, pemerintah pusat hingga pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Banyak program yang dijalankan untuk pencegahan stunting ini, dari hulu ke hilir. Itu semua melibatkan banyak pihak. Jadi hasil ini hasil kerja semua,” lanjutnya. (B-Adv)

Penulis: Fitrah Nugraha