2. Meningkatnya permukaan air laut, suhu yang meningkat otomatis membuat permukaan es pada kutub dan gunung es bisa menjadi mencair. Dengan banyaknya es yang mencair bisa mengakibatkan meningkatnya permukaan air laut. Kondisi ini tentunya bisa menimbulkan banjir pada wilayah yang lebih rendah apabila tidak segera diatasi.
3. Meningkatnya suhu secara global, gas yang terlalu banyak berada pada atmosfer menyebabkan panas dari matahari tidak bisa keluar dan terus terperangkap di dalam bumi. Kondisi efek rumah kaca ini mengakibatkan suhu bumi secara global akan mengalami peningkatan dan ekosistem dari bumi akan sangat terganggu apabila suhu terus mengalami peningkatan secara drastis.
4. Dampak Ekonomi, dampak kesehatan manusia diperkirakan akan menambah tekanan ekonomi pada kesehatan dan sistem dukungan sosial. Kerusakan infrastruktur (misalnya, jalan dan jembatan) yang disebabkan oleh kejadian cuaca ekstrem, pencairan permafrost dan kenaikan permukaan laut diperkirakan akan meningkat, berdampak pada populasi lokal dan pengembangan sumber daya.
Beberapa langkah yang akan dilakukan oleh Bappeda seperti yang diungkapkan oleh Kabid Ekonomi dan Sumberdaya Alam, Eka Paksi mengungkapkan, terdapat beberapa kebijakan dan strategi serta kontribusi pemprov dalam penurunan emisi gas rumah kaca.
Baca Juga: BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Terjadi di Awal Tahun 2023
