Dalam sesi materinya, Rachman Kurniawan menerangkan, berdasarkan pencapaian pada 2022, dari 224 indikator yang dievaluasi, sebagian besar (63 persen atau 140 indikator) telah tercapai. Kemajuan yang cukup baik dapat dilihat pada pilar lingkungan, hukum tata kelola, dan ekonomi.
Namun, masih ada 23 persen atau 64 indikator yang memerlukan perhatian khusus dan percepatan agar kembali on-track. Sebanyak 64 indikator datanya tidak/belum tersedia pada tahun 2022 sehingga perlu penguatan upaya penyediaan data. Untuk itu menurutnya, perlu adanya kerja sama dari Iintas pemangku kepentingan.
"Untuk meningkatkan daya ungkit dan efektivitas dari program dan kegiatan dalam RAD SDGs yang dilaksanakan oleh Iintas pemangku kepentingan seperti koordinasi cakupan program dan menghindari duplikasi kegiatan," bebernya saat membawakan materi.
Rachman Kurniawan mengatakan bahwa koordinasi pelaksanaan program dan kegiatan ini dengan melibatkan hampir semua OPD baik di tingkat provinsi dan maupun di tingkat kabupaten/kota, organisasi nonpemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan sebagainya.
Baca Juga: Bappeda Dukung Program Hilirisasi Nikel untuk Peningkatan Ekonomi Sulawesi Tenggara
