Unsur-unsur feminisme yang diutarakan oleh film ini sendiri dinilai berhasil menyuarakan isi hati para kaum wanita yang ikut menontonnya, sebagaimana yang dituturkan oleh Diana Mariana, yang menyaksikan film ini bersama dengan dua orang teman prianya.

“Related sama kita kaum perempuan, apalagi di bagian kata-kata yang bilang kalau kaum perempuan dituntut untuk menjadi hebat namun tidak boleh terlalu hebat mengalahkan kaum laki-laki,” jelasnya.

Selain isu feminisme, film ini juga menampilkan bagaimana sebuah sistem patriarki yang dominan dipimpin oleh para pria ataupun sistem yang dominan dipimpin oleh kaum wanita bisa gagal karena tidak mengedepankan unsur kesetaraan gender yang seharusnya.  Sebagaimana yang disampaikan Helmy Yahya, pengamat film asal Makassar yang kebetulan sedang menonton film di Kendari.

Baca Juga: Ulasan Film Doraemon: Nobita s Sky Utopia, Film Animasi yang Kalah Pamor dengan Barbie dan Oppenheimer di Kendari

“Isu yang dibahas cukup kompleks, tapi bisa disampaikan melalui dialog informatif dan komedi yang dibawa di filmnya,” papar pria tinggi semampai tersebut.