"Oleh karena itu dimulainya proses disiplin oleh UEFA tidak bisa dipahami dan merupakan serangan langsung terhadap supremasi kami, warga Uni Eropa, sekaligus bentuk sikap tidak hormat terhadap otoritas pengadilan," tulis pernyataan yang sama.

Pernyataan tersebut jelas merujuk pada putusan awal dari pengadilan niaga Madrid, Spanyol, pada 20 April lalu, yang menyatakan FIFA, UEFA dan semua federasi sepak bola afiliasinya tidak boleh menempuh "tindakan apapun yang melarang, membatasi, ataupun mengkondisikan apapun" terhadap pembentukan European Super League.

Sementara itu, dilansir Kumparan.com, tiga klub pendiri European Super League itu mengklaim kembali bahwa sejak awal mereka berusaha mencari cara memperbaiki situasi sepak bola Eropa, lewat dialog bersama UEFA dengan tujuan meningkatkan ketertarikan terhadap olahraga itu dan memberikan sajian paling menarik bagi para penggemar.

Baca Juga: PSG Gagal Juara, Mbappe Top Skor Liga Prancis Tiga Musim Beruntun

"Alih-alih mencari cara bersama memodernisasi sepak bola lewat dialog terbuka, UEFA malah mengharapkan kami mundur dari proses hukum yang berjalan terkait pertanyaan terhadap monopoli mereka atas sepak bola Eropa," tulis ketiga klub.