KENDARI, TELISIK.ID – Baroncong, atau yang juga dikenal dengan sebutan Buroncong, adalah kue tradisional asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang kini semakin populer di Sulawesi Tenggara, termasuk di Kota Kendari.
Dengan cita rasa gurih dan manis, Baroncong menjadi pilihan favorit masyarakat Kendari, terutama di pagi atau sore hari. Kue ini sering dipasangkan dengan teh manis atau kopi hitam, menjadikannya teman sempurna untuk menghangatkan suasana pagi atau sore.
Biasanya, Baroncong dijual di warung-warung kecil atau pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan. Di Kota Kendari, Baroncong dapat dengan mudah ditemukan di sepanjang Jalan Haluoleo, Mokoau, Kec. Kambu, atau sekitaran Bundaran Gubernur Sulawesi Tenggara.
Kue yang sudah ada sejak zaman dulu ini memiliki bentuk menyerupai perahu kecil, dan sering dijadikan sarapan atau camilan sore. Selain rasanya yang khas, kue ini juga menawarkan pilihan warna sesuai selera, dengan varian putih dan hijau yang menambah daya tariknya.
Anti, salah seorang penjual Baroncong, menceritakan cara pembuatan kue tradisional ini. Menurutnya, bahan dasar Baroncong terdiri dari campuran tepung terigu, kelapa parut, gula, garam, dan santan.
