Hari ini terlalu mudah memperoleh informasi, akhirnya kedalaman untuk menggali literasi menjadi berkurang, termasuk ketekunan membaca.
"Inilah yang kemudian menjadi tantangan, bahwa realitanya belum tentu bisa mengoperasikan gadget tapi memiliki kedalaman dalam berpikir, berkreasi bisa terbatas sehingga seolah-olah hanya menjadi konsumen informasi, bukan produsen karya,” terang mantan bupati Trenggalek ini.
Emil Dardak menambahkan, banyak informasi yang beredar melalui media sosial yang antara judul dan isi tidak sesuai. Terkadang, orang yang memperoleh informasi tersebut hanya sekedar membaca judulnya kemudian menyebarkan ke orang lain tanpa membaca apa isi dari berita tersebut.
“Semangat membaca di tengah masyarakat ini harus kita tingkatkan. Jangan sampai gadget ini justru membuat orang semakin sering mengkonsumsi informasi tanpa mengasah sisi kritisnya. Kalau asal share sebelum dibaca isinya artinya kemampuan literasinya kurang. Ini yang menjadi tantangan kita saat ini,” jelasnya. (B)
Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan
