Untuk menu, ia menawarkan potongan ayam paha atas atau dada dengan harga Rp 12 ribu. Jika ditambah nasi, harganya Rp16 ribu. Bagi yang ingin rasa lebih, tersedia tambahan saus dengan biaya Rp 3 ribu.
Soal penjualan, Yuyun mengaku dalam sehari bisa menjual hingga 60 potong ayam. Dari jumlah itu, omzetnya mencapai Rp 700 ribu per hari. “Alhamdulillah, lumayan ramai,” katanya.
Meski demikian, usaha ayam goreng ini bukan sepenuhnya milik Yuyun. Ia menjelaskan, menjalankan bisnis ini dengan sistem kemitraan bersama PT KAF.
“Ini usaha bukan punya sendiri tapi bermitra. Semua belanja mulai dari minyak, saus, kantong, sampai terigu, kami ambil dari perusahaan (PT KAF) itu,” jelasnya.
Baca Juga: Dimsum Mentai: Inovasi Cita Rasa yang Nikmat Kreasi Mahasiswi Kendari
