Ia merencanakan kolaborasi dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), serta organisasi profesi internasional seperti Federation of Asian Pharmaceutical Associations (FAPA) dan International Pharmaceutical Federation (FIP).

Program unggulan yang ditawarkan bertajuk Farmasi UHO EMAS. Akronim tersebut terdiri atas Excellence in Human Capital, Modern Education and Governance, Applied Research and Innovation, serta Strategic Partnership and Societal Impact.

Keempat pilar itu diterjemahkan ke dalam enam misi, yakni peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan generasi farmasi unggul; transformasi dosen dan tenaga kependidikan; pengembangan riset serta inovasi kefarmasian; pengabdian dan pemberdayaan masyarakat; penguatan tata kelola berintegritas dan berorientasi pelayanan; serta perluasan kolaborasi dan internasionalisasi.

Pada aspek sumber daya manusia, Adryan menargetkan pengembangan karier dosen melalui pembimbingan akademik, peningkatan publikasi ilmiah, dan produktivitas penelitian. Ia menyebut rekam jejaknya berada di peringkat kedua dalam sistem SINTA di antara sekitar 1.600 dosen UHO.

Pengembangan tenaga kependidikan juga menjadi bagian dari rencana tersebut. Adryan ingin membuka ruang bagi aspirasi tenaga administrasi dan laboratorium sekaligus mendukung peningkatan kompetensi serta jenjang karier mereka.