Jejaring akademiknya antara lain terhubung dengan Thammasat University, Thailand. Kerja sama tersebut mencakup kesempatan bagi alumni untuk melanjutkan studi magister dan doktoral, serta riset kemitraan internasional bertema anti-aging yang memperoleh pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi senilai sekitar Rp 130 juta.
Daya Serap Lulusan dan Tantangan Pengembangan
Pada aspek lulusan, Adryan menyebut Fakultas Farmasi UHO telah mencapai tingkat daya serap sebesar 82 persen, melampaui target universitas yang berada di atas 60 persen. Indikator tersebut mencakup lulusan yang memperoleh pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan.
Sebagian lulusan memilih menempuh pendidikan profesi apoteker atau melanjutkan studi magister. Beberapa di antaranya memperoleh kesempatan studi di Thailand melalui skema beasiswa. Menurut data yang disampaikan Adryan, program tersebut telah mengirim lima orang untuk melanjutkan pendidikan.
Perannya sebagai Ketua Pengurus Wilayah IAI Sulawesi Tenggara dan pengurus pusat IAI juga menjadi salah satu jalur untuk memperluas hubungan fakultas dengan dunia profesi. Jejaring tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjembatani lulusan dengan pengguna tenaga kefarmasian.
