Meski demikian, Adryan mengidentifikasi pengelolaan sumber daya manusia dan perubahan pola pikir sebagai tantangan utama. Menurut dia, predikat unggul perlu diikuti budaya kerja yang konsisten, produktif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Efisiensi anggaran juga menjadi pertimbangan dalam menjalankan program. Untuk mengantisipasinya, ia berencana mengoptimalkan kolaborasi daring dan memanfaatkan jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.
Amanah Kepemimpinan dan Kesempatan bagi Mahasiswa
Adryan mengisahkan perjalanan akademiknya yang semula bercita-cita menjadi dokter dan telah tiga kali mengikuti tes masuk pendidikan kedokteran. Ia kemudian menempuh pendidikan farmasi hingga meraih gelar doktor.
Pengalaman tersebut membentuk pandangannya mengenai ketekunan dan pentingnya membuka kesempatan pengembangan diri bagi mahasiswa. Jika mendapat amanah sebagai dekan, ia ingin memperluas akses mahasiswa untuk mengikuti pengalaman akademik di luar negeri.
