Ia menegaskan kesiapannya melakukan reorganisasi kepengurusan melalui Musyawarah Nasional (Munas) dalam waktu dekat demi membangun kemitraan strategis yang solid.
Di sisi lain, tata kelola SDM internal juga mendapat perhatian serius lewat rencana penyusunan peta kerja dan analisis beban kerja yang jelas guna mengatasi fenomena penumpukan pegawai (pegawai gemuk) agar distribusi tugas lebih merata.
Tata kelola ini akan dibalut dengan penguatan nilai iman dan takwa melalui kegiatan transformasi nilai seperti tradisi Halalbihalal, serta dukungan terhadap program strategis pemerintah seperti pendirian Sekolah Garuda yang ditandai dengan aksi simbolis penanaman pohon.
Menutup pemaparannya, Dr. Herman menekankan bahwa seluruh program kerja operasional yang tertuang dalam 10 Program Strategis miliknya telah dipetakan secara presisi agar selaras dengan 12 Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian dan agenda nasional Asta Cita. Komitmen keterbukaan ini ia buktikan melalui atmosfer demokrasi di Senat UHO yang kini jauh lebih hidup, dinamis, dan bebas intervensi.
Dengan kepemimpinan yang transparan, berorientasi prestasi, dan berbasis meritokrasi, Dr. Herman optimistis mampu membawa Universitas Halu Oleo menjadi motor penggerak inovasi yang mandiri dan disegani di kancah global.
