Mantan Ketua Bawaslu Jawa Tengah itu menyebut, isu perlindungan anak masih dianaktirikan karena tidak relevan dengan program Cakada. Sebab, anak-anak bukan kategori pemilih.
“Mendekati (perlindungan) anak dianggap bentuk kesia-siaan dan kecenderungan kandidat lebih tertarik dengan pemilih yaitu orang dewasa,” tutur Abhan, dilansir Medcom.id
Dia juga menyayangkan dalih orang tua melibatkan anak dalam kampanye sebagai bentuk pendidikan politik. Argumen itu dinilai kurang tepat.
“Seharusnya (pendidikan politik) dilakukan jauh-jauh hari sebelum kampanye,” pungkasnya.
Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim
