"Pak lurah meminta data warga, katanya untuk Giona," ujarnya kepada wartawan.  

Namun, Wahid Sulfian dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengarahkan perangkat RT atau RW untuk mendukung salah satu paslon.  

"Itu tidak benar. Saya tidak pernah memberikan arahan seperti itu. Sebagai ASN, tugas kami adalah melayani masyarakat, bukan berpolitik," tegas Wahid saat dihubungi via telepon.  

Wahid juga menyatakan bahwa ia sangat memahami konsekuensi hukum bagi ASN yang terbukti terlibat dalam politik praktis.  

"Kalau sampai terbukti, sanksinya berat. Bahkan bisa sampai diberhentikan dari jabatan," tambahnya.