Sebelumnya, dugaan kecurangan itu mencuat dari video yang di-share salah satu caleg, yang mempertanyakan selisih antara C-6 dengan jumlah daftar hadir yang terceklist.
Dalam potongan video itu, warga juga mempertanyakan suara dari 32 orang yang telah memilih pada 14 Februari 2024 lalu, pasalnya banyak kejanggalan yang ditemukan. Salah satunya, suara untuk caleg yang dipastikan dominan di desa tersebut tidak ada satupun.
"Tidak masuk akal hasilnya seperti itu, masa tidak ada suara untuk caleg lainnya," ujar tim salah satu caleg secara serempak.
Baca Juga: Ini Pelanggaran Ditangani Bawaslu Muna Barat Selama Tahapan Pemilu 2024
Hal ini juga diperkuat oleh salah satu caleg PDIP Dapil 1, Habudi, yang menemukan beberapa bukti kecurangan di lapangan. Ia katakan PSL yang telah dilaksanakan ada kecurangan dan permainan yang terstruktur, masif, dan sistematik.
