KENDARI, TELISIK.ID - Penelitian terbaru mengungkapkan, bayi yang lahir selama pandemi COVID-19 menunjukkan perkembangan kecerdasan yang berbeda.

Peneliti tersebut dilakukan oleh pakar dari Brown University. Mereka memeriksa data dari studi longitudinal yang sedang berlangsung pada perkembangan otak anak.

Indikator kecerdasan yang diteliti antara lain verbal, non-verbal, dan kognitif. Studi itu menunjukkan bahwa secara signifikan memiliki skor kecerdasan otak (IQ) yang lebih rendah dari bayi yang lahir sebelum pandemi.

Analisis kognitif dilakukan kepada 605 anak yang lahir di Rhode Island, Amerika Serikat (AS). Dikutip dari medRxiv, rata-rata IQ anak usia tiga bulan sampai tiga tahun adalah 79. Padahal bayi yang lahir sebelum pandemi rata-rata berkisar 98,5 hingga 107,3.

"Ini tidak halus sama sekali. Anda biasanya tidak melihat hal-hal seperti itu, di luar gangguan kognitif utama," kata penulis utama studi dan profesor penelitian pediatrik Brown University, Sean Deoni dilansir dari CNBCIndonesia.com.