Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan potensi lokal sesuai dengan sumber daya yang ada, untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi daerah.
Baca Juga: Dispar Sultra Gaet 40 UMKM Meriahkan Kendari Food Festival 2025, Target Transaksi Rp 1 Miliar
Melalui momentum Milad ini, pihaknya menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta menjadi motor penggerak UMKM di Sulawesi Tenggara untuk turut serta dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, salah satu peserta dan pembimbing kegiatan UMKM, Iin Nurdiyanty Nurdin, memperkenalkan inovasi ramah lingkungan hasil karya mahasiswa, seperti sabun cuci berbahan dasar minyak jelantah dan cairan pencuci piring antibakteri dari limbah buah-buahan.
“Kita mengajarkan mahasiswa untuk menciptakan produk bernilai ekonomi dari bahan yang tidak terpakai. Ini bukan hanya tentang berwirausaha, tetapi juga soal keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya. (Adv-A)
