“Kita sekarang impor kurang lebih sekitar 1 juta barel per day. Kita nggak mungkin menjadi swasembada kalau tidak kita meningkatkan lifting kita,” ujar Bahlil usai menghadiri acara Anugerah Subroto di Jakarta, Senin (27/10/2025),  sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia.

Ia menambahkan bahwa peningkatan campuran biodiesel dari 35 persen menjadi 50 persen akan memberi tantangan tersendiri, terutama dalam penentuan harga dan kesiapan industri.

“Sekarang saja dari B35 menuju B40 ada terjadi perbedaan. Tapi tidak apa-apa, saya dengan BPDPKS lagi mencari formulasi, boleh B50 tapi harganya tidak boleh naik terlalu banyak. Sekarang kita lagi cari celahnya untuk bisa kita clear-kan,” lanjutnya.

Baca Juga: Hasil Administrasi Rekrutmen PLN 2025 Resmi Diumumkan, Berikut Tahapan Tes Selanjutnya

Langkah pemerintah dalam mempercepat transisi energi melalui implementasi B50 didasari oleh keinginan untuk menekan impor minyak mentah dan solar. Dengan demikian, porsi energi terbarukan dari sektor perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan nasional.