Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai tahapan menuju penerapan B50. Menurutnya, program ini menjadi bagian dari strategi besar pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil.

“Jadi, kita mengharapkan B50 tahun 2026 itu bisa diimplementasikan. Ya berarti kalau B50, ketergantungan kita terhadap energi fosil itu kan bisa dikurangi,” ujar Yuliot di Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Selain itu, Yuliot menjelaskan bahwa penerapan B50 bukan hanya berdampak pada ketahanan energi nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan energi bersih dan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

“Justru ini menjadi lebih baik ke depan. Ini bagian kita juga untuk pencapaian net zero emission,” ujarnya menambahkan.

Pemerintah kini tengah melakukan assessment terhadap ketersediaan Fatty Acid Methyl Ester (FAME), yaitu bahan baku utama dalam produksi biodiesel. Dari hasil proyeksi awal, kebutuhan FAME untuk mendukung program B45 mencapai sekitar 17 juta kiloliter.