Bahkan, Menkeu Sri Mulyani menjelaskan APBN akan terbebani subsidi BBM hingga Rp 600 triliun jika harga minyak mentah dunia masih tinggi.
Menurut Jokowi, uang negara seharusnya diprioritaskan untuk subsidi kepada masyarakat kurang mampu. Maka dari itu, saat ini pemerinytah harus buat keputusan yang sangat sulit yaitu mengalihkan subsidi BBM.
“Dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang tepat sasaran. Bantuan Langsung Tunai atau BLT BBM sebesar Rp 12,4 triliun yang diberikan kepada 26,5 juta keluarga kurang mampu sebesar Rp 150.000 per bulan. Dan mulai diberikan pada bulan September selama 4 bulan,” kata Jokowi. (Kompas.com, 03/09/2022).
Berdasarkan perhitungan Lembaga ECO Macro Blast, kenaikan harga ketiga jenis BBM tersebut akan memicu naiknya inflasi, menunjukkan bahwa kenaikan harga Pertalite sebesar 30,72 persen dan Pertamax sebesar 16,00 persen tersebut secara total akan menyumbang inflasi sebesar 1,35 ppt.
Sementara untuk kenaikan harga Solar sebesar 32,04 persen akan berkontribusi sebesar 0,17 ppt pada tingkat inflasi "Hitungan ini sudah memperhitungkan first round impact atau dampak kenaikan harga ketiga jenis BBM tersebut secara langsung, dan second round impact atau dampak lanjutan pada inflasi seperti naiknya harga jasa transportasi, distribusi, hingga kenaikan sebagian harga barang dan jasa lainnya pula," tulis lembaga keterangan resmi, Jakarta, Minggu (4/9). (Merdeka.com. 04/09/2022).
