Baca Juga: Kepedulian dan Gotong Royong
Berbeda dengan Jokowi, para pengamat ekonomi berpendapat bahwa kenaikan BBM justru akan memicu inflasi yang cukup signifikan yakni hingga 6-8 persen. Kenaikan BBM akan berdampak pada naiknya harga-harga barang dan jasa yang hampir digunakan dalam segala sendi kehidupan.
Bukan mempermudah, kenaikan BBM malah akan semakin memperparah kondisi rakyat yang baru saja mulai bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi 2 tahun sebelumnya.
Terlebih bagi rakyat yang berada pada tingkat ekonomi menengah ke bawah, BLT BBM sebesar Rp 150.000 perbulan tentu saja tidak akan mencukupi kebutuhan rakyat dengan kenaikan BBM yang terjadi. Akibat tata kelola yang keliru, penguasa salah kaprah dan rakyat kecil yang terancam.
Ekonom senior, Rizal Ramli, mengungkapkan ada satu cara agar pemerintah tidak perlu menaikkan BBM, yaitu menghentikan pengeluaran yang tidak perlu. Mantan Menteri Ekuin Kwik Kian Gie juga pernah mengatakan tidak paham dengan istilah “subsidi BBM” ini.
