Mengutip kumparan.com, selain kereta tanpa rel, Bea Cukai juga memfasilitasi impor Optionally Piloted Personal/Passenger Air Vehicle (OPPAV), yang lebih dikenal sebagai taksi terbang. Taksi terbang ini diimpor pada Mei 2024 dan direncanakan akan diuji coba sebagai solusi mobilitas modern di IKN.
Baca Juga: Momen Kirab Bendera Pusaka dan Naskah Proklamasi dari Monas Diterbangkan ke IKN
Kendaraan ini juga diimpor dengan fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak melalui layanan impor sementara, sesuai dengan surat keputusan impor sementara. Nilai pembelian yang dibebaskan mencapai Rp 107,7 juta, dan kendaraan ini diizinkan berada di Indonesia selama maksimal tiga tahun sebelum harus diekspor kembali.
Selain kendaraan canggih seperti ART dan OPPAV, Bea Cukai juga memudahkan impor dua unit Electric Motor atau mesin pompa air, yang akan digunakan untuk suplai air minum di IKN.
Pompa air ini diimpor pada 10 Juni 2024 dan diproses melalui Bea Cukai Balikpapan. Keberadaan pompa air ini sangat penting untuk memastikan suplai air minum yang lancar di kawasan IKN yang sedang dibangun. (C)
