Selain bidang STEM murni, LPDP juga membuka ruang bagi bidang non-STEM with STEM adjective. Bidang ini mencakup disiplin ilmu non-teknis yang memiliki keterkaitan langsung dan mendukung pengembangan industri strategis nasional, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan jangka panjang.
Meski memberikan perhatian besar pada STEM, LPDP menegaskan bahwa bidang sosial dan humaniora tidak ditinggalkan. Melalui Program SHARE, LPDP tetap mendukung pengembangan ilmu sosial, humaniora, seni, religi, dan ekonomi. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga memiliki dasar nilai, budaya, dan pemahaman sosial yang kuat.
“Pembangunan bukan sekadar teknologi, ilmu-ilmu sosial dan humaniora tetap dibutuhkan guna memberi makna dan arah pembangunan yang benar-benar menjawab berbagai permasalahan masyarakat,” tulis LPDP dalam keterangannya.
Melansir CNBC Indonesia, perubahan lain yang cukup signifikan pada Beasiswa LPDP 2026 adalah skema pengelompokan program. Jika sebelumnya beasiswa dibagi berdasarkan kategori pendaftar, seperti umum, afirmasi, targeted, maupun profesi tertentu, kini LPDP menggunakan pendekatan berbasis minat studi dan kontribusi terhadap industri strategis nasional. Namun demikian, LPDP memastikan bahwa afirmasi dan targeted tidak dihapus.
