Banten dan Jakarta agak merepotkan PDIP, untung saja ada berkah Putusan MK Nomor 60. Sehingga PDIP bisa mengajukan pasangan sendiri. Sayangnya, animo masyarakat begitu tinggi berharap PDIP akan mengajukan pasangan calon di Pilkada Jakarta adalah Anies Baswedan-Rano Karno.
Tetapi nyatanya, PDIP yang enggan memilih Anies, disebabkan Anies yang tidak ingin menjadi kader PDIP. Di sisi lain, komunikasi politik secara dini yang coba dibangun oleh PDIP untuk mengusung Anies, malah direspons oleh Anies dengan pasif. Sehingga wajar, jika akhirnya PDIP memilih pasangan calon dari kadernya sendiri.
PDIP memang di Jakarta akan terus mengajukan kadernya sendiri seperti preseden Ahok yang berencana maju dari jalur perseorangan di Pilkada Jakarta 2017, tetapi akhirnya Ahok memilih menjadi kader PDIP untuk diajukan sebagai cagub dari PDIP. Maka, Anies yang non-partai, tak akan bisa diusung oleh PDIP jika tidak memilih menjadi kader PDIP.
Ketika Anies gagal di Jakarta. PDIP menunjukkan tidak siap di wilayah Jawa Barat. Tiga daerah PDIP yang tidak diumumkan ke Publik oleh Megawati selaku Ketua Umum, yakni Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Hanya saja Jawa Timur sudah dapat diprediksi calon kuatnya adalah Risma.
Baca Juga: Mempertahankan Wantimpres atau Memilih Kembali DPA
