JAKARTA, TELISIK.ID - Perbedaan data simpanan pemerintah daerah antara laporan Kementerian Dalam Negeri dan Bank Indonesia kembali mencuri perhatian dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah.

Nilai selisih sebesar Rp 18 triliun menjadi sorotan tajam Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menilai ada ketidaktepatan dalam pencatatan dana kas daerah.

Purbaya menyoroti laporan yang disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengenai dana mengendap di perbankan daerah per September 2025.

Dalam laporannya, Tito menyebutkan hasil pengecekan langsung ke rekening kas daerah menunjukkan dana mengendap sebesar Rp 215 triliun.

Namun, catatan Bank Indonesia justru menampilkan angka lebih tinggi, yakni mencapai Rp 233 triliun. Dari dua sumber tersebut muncul selisih yang cukup besar, yaitu sekitar Rp 18 triliun.