Namun, karena bahasa protokol, autentikasi ulang ini tidak wajib dan menjadi opsional. Bahkan saat digunakan, bisa juga autentikasi tidak dilakukan.

Baca juga: Game PUBG Mobile Versi 1.0 Hadirkan Royale Pass Season 15

Meski memudahkan, tapi penyerang atau penjahat siber mungkin dapat memalsukan koneksi dari perangkat yang terhubung sebelumnya.

Sehingga berpotensi untuk mengelabui pengguna agar terhubung ke perangkat yang sama sekali berbeda.

Disebutkan, perangkat Internet of Things (IoT) lainnya seperti perangkat Android dan laptop berbasis Linux dikabarkan paling berisiko.