Namun, Agus belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai mekanisme tersebut.

Dalam penjelasannya, Agus menekankan pentingnya kehadiran tenaga ahli dalam misi ini. Misalnya, fasilitas rehabilitasi memerlukan tenaga ahli di bidang psikologi yang memiliki kemampuan dalam pengobatan trauma atau trauma healing.

Dengan demikian, masyarakat sipil yang memiliki keahlian khusus di bidang psikologi bisa berperan penting dalam membantu memulihkan kondisi mental warga Palestina yang terdampak konflik.

Selain itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga menyampaikan rencana untuk membantu anak-anak Palestina dengan menyediakan tempat di pondok-pondok pesantren di Indonesia.

Prabowo berharap pesantren-pesantren dan lembaga pendidikan lainnya di Indonesia dapat ikut berpartisipasi dalam upaya ini.