Mengantisipasi itu, Pemprov Nusa Tenggara Timur mengingatkan para petani untuk lebih banyak menanam tanaman hortikultura yang tidak membutuhkan air banyak selama daerah itu dilanda kekeringan ekstrem akibat el nino.
Kadis Pertanian Nusa Tenggara Timur, Lecky Frederich Koli mengatakan, hal itu terkait antisipasi Pemprov Nusa Tenggara Timur dalam menghadapi ancaman kekeringan yang melanda akibat el nino.
Menurut dia, keterbatasan air untuk usaha pertanian dapat dipastikan akan terjadi saat dilanda el nino, karena pada saat musim kemarau menjadi sangat kering sehingga persediaan air terbatas dan tidak memungkinkan bagi petani untuk mengembangkan usaha pertanian yang membutuhkan air banyak.
Baca Juga: Teman Jeriko di Kupang Dapat Dukungan 100.000 KTP
Ia mengatakan, dalam kondisi kekeringan akibat el nino tentu kegiatan menanam harus tetap dilakukan sehingga ekonomi masyarakat petani tetap menggeliat. Dalam kondisi kekeringan yang panjang dengan kondisi air yang terbatas maka pilihan komoditas yang dikembangkan agar komoditas-komoditas yang tidak terlalu banyak membutuhkan air.
