JAKARTA, TELISIK.ID - Indonesia diprediksi akan kembali menghadapi fenomena anomali iklim La Nina pada pertengahan tahun 2024, setelah hampir setahun dilanda El Nino.

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), kondisi di akhir tahun cenderung lebih dingin dibandingkan dengan kondisi saat ini dan beberapa bulan terakhir. La Nina biasanya membawa curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan banjir dan badai tropis di berbagai wilayah di Indonesia.

Ketika terjadi fase La Nina, hembusan angin pasat dari Pasifik timur ke arah barat sepanjang ekuator menjadi lebih kuat dari biasanya. Menguatnya angin pasat yang mendorong massa air laut ke arah barat, maka di Pasifik timur suhu muka laut menjadi lebih dingin.

Bagi Indonesia, hal ini berarti risiko banjir yang lebih tinggi, suhu udara yang lebih rendah di siang hari, dan lebih banyak badai tropis, dikutip dari CNBC Indonesia.com, Sabtu (8/6/2024).

Baca Juga: Menguak Misteri Intan Trisakti dan Emas 57 Ton, Dipinjam Jhon F Kennedy dari Soekarno Tersimpan di Bank Swiss