Kabar baiknya, pasalnya negara berkembang seperti Indonesia tidak akan mengalami keterpurukan yang terlalu parah dibanding negara-negara maju. Hal ini karena negara agraris seperti Indonesia mempunyai ketahanan pangan yang kuat untuk mengunci pasokan pangan di dalam negeri.

Dengan suplai pangan yang memadai, kegiatan impor akan minim dilakukan oleh pemerintah. Sehingga inflation transfer (tingkat inflasi yang dibawa dari luar negeri) tidak tejadi di Indonesia.

Di masa nilai dolar saat ini yang tinggi, Nasrul berpendapat akan lebih baik jika Indonesia melakukan ekspor. Dengan catatan, kebutuhan pangan domestik sudah terpenuhi. Jika hal tersebut dapat dilakukan, minimal Indonesia bisa bertahan ditengah badai resesi 2023.

Baca Juga: Harga Pangan di Kendari Masih Stabil Sebulan Pasca Kenaikan BBM

Meskipun terlihat mencekam, badai resesi 2023 tidak akan selamanya terjadi, ditahun-tahun berikutnya pemerintah akan membuat instrumen dan kebijakan yang tepat apabila titik lemah perekonomian sudah diketahui.