“Resesi itu biasa ada batas waktunya juga, misalnya 2023 akan ada resesi besar-besaran, maka dia akan berangsur pulih di tahun berikutnya. Karena kita sudah bisa deteksi penyakitnya di mana, maka itu bisa kita membuat sebuah instrumen untuk keluar dari resesi,” ujar Nasrul melalu, Jumat (14/10/2022).
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, Martini mengatakan, pihaknya hanya berwenang untuk mendata keadaan ekonomi yang sudah terjadi, tidak bisa memberikan prediksi keadaan ekonomi di resesi 2023.
“BPS gak boleh memprediksi, kalau BPS tugasnya memotret apa yang sudah terjadi,” katanya. (B)
Penulis: Adinda Septia Putri
Editor: Kardin
