Ketergantungan yang meningkat pada sejumlah perusahaan teknologi selama dua dekade terakhir, yang diperparah oleh pandemi Covid-19, menjelaskan mengapa satu masalah perangkat lunak dapat merambat dengan cepat.
Gangguan ini menyoroti betapa rentannya sistem yang saling terhubung dan menunjukkan kebutuhan mendesak untuk sistem cadangan yang lebih baik.
Baca Juga: 6 Pekerjaan Aneh di Jepang tapi Gaji Besar, Bikin Pusing Sangking Anehnya
CrowdStrike adalah perusahaan dengan nilai pasar yang besar dan memiliki lebih dari 20.000 pelanggan di seluruh dunia, termasuk Amazon dan Microsoft. CEO CrowdStrike mengakui adanya cacat dalam pembaruan konten tunggal untuk host Windows yang memengaruhi pelanggan Microsoft.
Perusahaan ini memiliki salah satu pangsa pasar keamanan siber terbesar, sehingga beberapa analis industri mempertanyakan apakah kendali atas perangkat lunak yang sangat kritis secara operasional ini harus berada di tangan beberapa perusahaan saja.
