Hingga suatu ketika, ia menyarankan Dina untuk menemui seorang “orang pintar” dengan alasan membantu menyembuhkan luka batin akibat patah hati.
“Makin berjalan waktu sering cerita, kemudian saya menyarankan dia untuk berobat kebetulan saya kenal sama orang pintar yang bisa ngobatin itu,” jelas Heryanto.
Namun niat di balik saran tersebut ternyata bukan untuk menolong, melainkan awal dari tindakan keji. Pertemuan yang dijanjikan sebagai jalan spiritual justru menjadi perangkap.
Dalam pengakuannya, Heryanto mengatakan dirinya tergoda oleh barang-barang milik Dina, seperti ponsel, perhiasan, dan sepeda motor.
“Dan kemarin terjadilah pertemuan itu, tapi singkat cerita saya tergiur tadi (harta DO) tidak ada rencana itu (pembunuhan dan pemerkosaan),” katanya.
