Bapak dua anak tersebut tidak menafikan kekurangan metode pengajaran tersebut. Katanya, karena masih baru jadi mesti menyesuaikan diri.

Baca Juga : Lawan COVID-19, BPBD Semprot Disinfektan di Pelabuhan Kendari

"Tidak hanya mahasiswa yang menyesuaikan, tetapi juga kami dosen-dosen di PBSI," ucapnya.

Terakhir Tofan Stofiana berharap, agar COVID-19 segera diangkat dari muka bumi sehingga semua aktivitas bisa kembali normal, terutama di bidang pendidikan.

Dosen lain yang berbagi cerita ialah  Asrul Nazar, S.Pd. M.Hum. Kaprodi PBSI UM Buton. Dia mengatakan, pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) esensinya sama dengan pembelajaran Luar Jaringan (Luring) atau di kelas, yang membedakan adalah tatap muka langsung dan tidak langsung.