Ibu hamil yang kurang tidur sangat rentan mengalami migrain. Oleh karena itu, Bumil dianjurkan untuk tidur yang cukup, yaitu selama 7–9 jam setiap hari. Bila perlu, upayakan membuat jadwal tidur yang tetap setiap hari, bahkan ketika akhir pekan.

Tidur yang cukup tidak hanya mengurangi risiko migrain, tetapi juga mendukung kesehatan janin dan kesejahteraan ibu hamil secara keseluruhan.

3. Konsumsi makanan sehat

Makanan yang mengandung vitamin B2 (riboflavin) diketahui dapat membantu mengurangi frekuensi migrain. Beragam makanan tersebut meliputi teri, sarden, lele, belut, salmon, daging merah, jamur, dan biji-bijian.

Meski begitu, ada juga beberapa makanan yang harus Bumil hindari karena dapat memicu migrain saat hamil, seperti telur, produk susu, buah sitrus, dan cokelat. Mengonsumsi makanan sehat secara teratur dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan janin.