Itulah beragam cara meredakan migrain tanpa obat saat hamil. Jika kondisi ini tidak kunjung teratasi dengan tips di atas, alangkah baiknya Bumil memeriksakan diri ke dokter.
Ketika merasakan gejala migrain, Bumil disarankan untuk mencatat semua hal yang berhubungan dengan kondisi tersebut, termasuk kapan dan berapa lama migrain terjadi, makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelum migrain, atau berbagai perubahan kondisi yang dirasakan sebelum migrain.
Catatan ini dapat berguna ketika Bumil berkonsultasi ke dokter, untuk membantu dokter menegakkan diagnosis dan memberikan penanganan. Dokter nantinya akan menentukan apakah Bumil perlu diberikan obat atau tidak.
Karena obat migrain memiliki efek samping, seperti pusing, kesemutan, mual, serta perasaan dada berat dan sesak, penting bagi Bumil untuk menaati anjuran dokter dalam mengonsumsinya. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
