Dari sisi pelayanan publik, Yogi menilai single salary berpotensi mendorong ASN lebih berorientasi pada hasil kerja. Sistem ini tidak lagi menitikberatkan pada kehadiran administratif semata, melainkan pada output pelayanan yang terukur.

“Ke depan itu bukan lagi soal absen, tapi output,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, kebijakan gaji tunggal diharapkan mampu menciptakan kesejahteraan ASN yang lebih stabil sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara bertahap dan terukur, seiring kesiapan fiskal dan regulasi pemerintah. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin