Lebih lanjut Rajab mengatakan, Budi  mengeluarkan konsep-konsep creaton tersebut bukan dari apa yang dilihat,  apa yang dibaca, melainkan apa yang dia jalani salama ini. Secara personal orang lebih mudah berbaur dengan siapa pun dan juga sederhana sekali secara pembawaan.

Tidak jauh berbeda dengan sudut pandang Adisti Febriani Akmal. Enterpreneur muda asal Sampolawa itu setuju dengan program Pemda Melayani. Karena apabila dari pemimpin telah mengeluarkan kebijakan seperti itu, tentunya kata dia, para jajarannya pasti akan mengikut perintah dari pemimpin.

Terlebih kata dia, sudah satu dekade sejak Kabupaten Buton Selatan mekar dari Kabupaten Buton, masih banyak PR yang belum terlaksana dan masih harus dibenahi, sehingga Kabupaten Buton Selatan masih tertinggal jauh dengan daerah lainnya.

Adisti juga sempat menyoroti praktek money politics yang sampai hari ini masih membodohi dan masih ada saja masyarakat yang terperangkap di dalamnya. Ia mengatakan, apabila kebiasaan tersebut tidak bisa diatasi, maka pengaruhnya akan berdampak pada SDM masyarakat di Buton Selatan.

Ia mengungkapkan, penting untuk memerhatikan SDM yang ada saat ini di Buton Selatan, utamanya di Kecamatan Sampolawa. Karena masa depan akan menjadi milik anak muda sedangkan orang tua akan digantikan perannya oleh generasi baru.