Baca juga: Peringatan Hari Ibu, Perempuan Berdaya Indonesia Maju

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Kendari, Zumiana mengungkapkan, kondisi ini disebabkan adanya massa udara basah lapisan rendah dan indeks labilitas sedang hingga kuat dengan berskala lokal yang terkonsentrasi di wilayah Sulawesi Tenggara.

Kemudian lanjutnya, untuk saat ini anomali positif suhu permukaan laut masih terjadi di sekitar wilayah perairan Teluk Bone dan perairan bagian Timur Sulawesi Tenggara.

"Faktor tersebut yang dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk Kota Kendari, sehingga terjadinya hujan," jelas Zumiana.

Puncak musim penghujan diprediksi berlangsung pada Januari hingga Februari 2021. Olehnya itu imbauan untuk masyarakat agar selalu menjaga kesehatan tubuh, dikarenakan musim hujan sedang berlangsung di tengah pandemi COVID-19. (B)